Buku Karya Mansour Fakih

MANSOUR FAKIH (1953–2004), kelahiran Bojonegoro, menyelesaikan sarjana teologi di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tahun 1978, dan meraih Master dan Doktor bidang Pendidikan di University of Massachusetts at Amherst, Massachusetts, USA, pada tahun 1990 dan 1994. Pernah bekerja sebagai tenaga penyuluh lapangan pada program pengembangan industri kecil di LP3ES Jakarta dan Lembaga Studi Pembangunan (LSP). Lantas menjadi koordinator Program Pendidikan dan Pengembangan di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Tahun 1993-1996 menjabat sebagai Country Representative Oxfam-UK/I di Indonesia, serta menjadi anggota Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Pada tahun 1994, dia bergabung dengan sembilan kawan (Roem Topatimasang, Zumrotin K.Susilo, Wardah Hafidz, Abdul Hakim Garuda Nusantara, Fauzi Abdullah, Mahendro, August Rumansara, Roy Tjiong, Sugeng Setiadi, dan Wilarsa Budiharga) mendirikan Resources Management & Development Consultants (REMDEC) di Jakarta, suatu lembaga pelayanan fasilitasi dan konsultasi pengembangan kemampuan (capacity building) organisasi-organisasi non pemerintah dan masyarakat.

Pada rentang 1996-1997, Mansour Fakih bersama Roem Topatimasang menginisiasi suatu bentuk organisasi  yang memfokuskan diri sebagai sistem pendukung gerakan sosial, terutama pada aras lokal dan akar rumput. Mereka berdua lalu mengajak beberapa kawan lama_para pegiat dan fasilitator senior ORNOP Indonesia seperti Rizal Malik, Sri Kusyuniati, Sita Aripurnami, Fauzi Abdullah, dan Wilarsa Budiharga mendirikan Institute for Social Transformation (INSIST) di Yogyakarta.

Mansour tercatat sebagai anggota Komite Nasional untuk Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), 2002-2007. Pada 2003, Mansour dipilih sebagai anggota ‘Helsinki Process’, suatu forum internasional yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri Finlandia, beberapa negara Selatan dan organisasi non pemerintah (ORNOP) internasional, untuk mengupayakan jalan keluar terhadap berbagai masalah globalisasi. Di ‘Helsinki Process’, wakil dari Asia hanya ada dua orang, dan salah seorangnya adalah Mansour Fakih dari Indonesia.

Sosok yang dikenal sebagai pejuang hak asasi manusia (HAM) itu meninggal dunia pada Minggu (15/2/2004) pukul 00.05 WIB lantaran serangan stroke, yang sebelumnya dirawat di RS Bethesda Yogya selama sepuluh hari sejak Jumat (6/2/2004).

Aktifitas yang melekat pada sosok Mansor Fakih adalah sebagai peneliti, konsultan, fasilitator pelatihan, dan penulis. Bagi masyarakat umum, Mansour Fakih sangat dikenal sebagai penulis dan penyunting buku-buku sosial transformatif, berikut jejak karyanya:

 


>>Link terkait: