INSIST adalah sebuah organisasi yang didirikan di Yogyakarta pada 10 Desember 1997. Sejak saat itu, banyak yang telah dilakukan dan menjadikan INSIST sebagai salah satu organisasi terdepan di Indonesia dalam hal pengembangan wacana kritis, pandangan alternatif, dan gagasan-gagasan baru. INSIST telah menjadi satu sistem pendukung kreatif dan produktif terhadap berbagai organisasi rakyat dan gerakan sosial di negeri ini.

Adanya proses perubahan-perubahan yang terus terjadi: globalisasi ideologi pasar bebas, krisis ekonomi kawasan, reformasi sistem politik nasional yang terseok-seok, dan sebagainya. Namun, semua itu cenderung tetap atau bahkan kian tidak menguntungkan mereka yang tersisihkan! Para aktivis INSIST pun menyadari bahwa INSIST sendiri juga harus berubah jika tak ingin ditelan oleh semua perubahan tersebut. Gagasan perubahan mulai dikerjakan secara serius sejak tahun 2002. Kematian mendadak salah seorang pendiri dan penggagas perubahan INSIST, Mansour Fakih, pada awal Februari 2004, telah memacu percepatan proses perubahan INSIST. Pada malam hari tanggal 19 Mei 2004, memperingati 100 hari meninggalnya Mansour Fakih, para aktivis INSIST pun mempermaklumkan ‘Deklarasi Perubahan INSIST’ dari INSTITUTE for SOCIAL TRANSFORMATION yang berbentuk yayasan, menjadi INDONESIAN SOCIETY for SOCIAL TRANSFORMATION yang berbentuk konfederasi dari beberapa komunitas organisasi. Deklarasi tersebut ditandatangani di Jakarta, tanggal 20 Mei 2004, oleh wakil pendiri pertama (Roem Topatimasang) dan wakil-wakil komunitas organisasi anggota INSIST yang berkedudukan di Jakarta (Wilarsa Budiharga), Yogyakarta dan Solo (Toto Rahardjo), Bali & Nusa Tenggara (Made Suarnatha), dan Maluku (Pieter Elmas).

Statuta (nilai-nilai dasar) | Perubahan INSIST diperlihatkan dalam isi deklarasinya yang pada intinya menyatakan bahwa INSIST mempunyai landasan nilai-nilai dasar sebagai berikut:

  • Pluralisme: keyakinan bahwa perbedaan dan keragaman adalah suatu kekuatan.
  • Non diskriminasi: sikap dan prilaku yang tidak membedakan siapapun atas dasar preferensi apapun.
  • Hak asasi manusia: mengakui dan menjunjung tinggi serta berusaha menerapkan semua hak-hak dasar dan semula-jadi setiap orang, seperti yang telah disepakati masyarakat dunia.
  • Demokrasi: mengakui dan menjunjung tinggi serta berusaha terus-menerus menerapkan semua prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas.
  • Kesetiakawanan dan kesetaraan: berusaha membangun hubungan dan kerjasama dengan semua fihak, atas dasar kesamaan kepedulian dan kedudukan yang setara.
  • Keadilan sosial gender: berusaha mewujudkan keadilan dalam hubungan-hubungan gender, baik dalam lingkungan sendiri maupun di tengah masyarakat.
  • Keberlanjutan sumberdaya dan lingkungan kehidupan: berusaha mewujudkan tercapainya keseimbangan dan kelestarian sumberdaya dan lingkungan kehidupan sekitar.
  • Kearifan lokal: menghormati dan berusaha mengembangkan sistem-sistem pengetahuan dan pranata kemasyarakatan lokal, yang telah teruji sesuai dan mendukung semua nilai-nilai tersebut di atas.

Kegiatan | Untuk mencapai tujuannya, INSIST melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Penelitian, analisis, serta pendokumentasian upaya-upaya penguatan dan pengembangan transformasi sosial;
  • Penguatan dan pengembangan berbagai organisasi rakyat untuk melakukan transformasi sosial;
  • Proses-proses pendidikan kerakyatan dalam rangka transformasi sosial;
  • Pengkajian dan analisis kritis terhadap berbagai kebijakan pada berbagai aras (lokal, nasional, internasional), untuk mendorong penyelenggaraan perubahan kebijakan yang dinilai tidak adil;
  • Koordinasi dan pengembangan jaringan, baik di dalam maupun di luar lingkaran INSIST, dalam rangka menciptakan sinergi gerakan sosial yang lebih kuat.

Sumber: Selengkapnya lihat situs resmi: INSIST (official site)

Link terkait: