Manajemen Sumber Daya Air

Manajemen Sumber Daya Air*

Krisis air yang terjadi pada abad ke-20 disebabkan oleh distribusi air bersih yang tidak merata, pesatnya pertambahan jumlah penduduk, polusi air tanah, serta konflik yang berakibat pada kelangkaan air. Tahun 2002, jumlah penduduk China dan India meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 1990, sedangkan konsumsi air setiap orang setiap tahunnya menurun dari 1.800 meter kubik dan 2.200 meter kubik pada tahun 1990 menjadi 1.600 meter kubik dan 2.000 meter kubik pada tahun 2002. Bila kecenderungan ini terus berlanjut, diramalkan setiap penduduk di negara- negara berkembang hanya akan memperoleh 1.000 meter kubik per tahun pada tahun 2007.

Untuk menjamin ketersediaan air bagi kelangsungan hidup manusia antara lain dapat dicapai dengan usaha pemulihan dan perlindungan terhadap daerah aliran sungai (DAS). Buku ini menyajikan hasil riset aksi—yang dikoordinasi oleh Gomukh (India) dan Both ENDS (Belanda) serta tujuh mitra organisasi internasional—terhadap tujuh DAS dengan pendekatan inovatif dalam pengelolaannya. Ketujuh DAS tersebut adalah Cotahuasi di Peru, Cochabamba di Bolivia, Sungai Se San di Vietnam-Kamboja, Nan di Thailand Utara, Bhima di India, Sungai Pasir di Afrika Selatan, dan Delta Khulma Jessore di Banglades. (TGH/Litbang Kompas)

*Sumber: Harian KOMPAS – Minggu, 03 Desember 2006.

*Rehal buku: Pengelolaan Daerah Aliran Sungai: Sebuah Pendekatan Negosiasi/ Hardono Hadi & Henny Soelistyowati (penerjemah)/ INSISTPress , 2006.