Amudi Pasaribu: Pro Deo et Patria

“Tidak ada orang yang dapat secara individual mengklaim bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerjanya sendiri atau hasil kerja kelompoknya semata-mata. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terimakasih yang seikhlas-ikhlasnya kepada semua dan setiap keluarga besar Universitas HKBP Nommensen atas bagian yang mereka sumbangkan kepada prestasi tersebut. Marilah kita jadikan universitas ini benar-benar menjadi terang dan garam di kalangan perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia. Marilah kita bertungkus-lumus mengisi motto universitas ini: Pro Deo Et Patria – Bagi Tuhan dan Ibu Pertiwi.”

Description

“Tidak ada orang yang dapat secara individual mengklaim bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerjanya sendiri atau hasil kerja kelompoknya semata-mata. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terimakasih yang seikhlas-ikhlasnya kepada semua dan setiap keluarga besar Universitas HKBP Nommensen atas bagian yang mereka sumbangkan kepada prestasi tersebut. Marilah kita jadikan universitas ini benar-benar menjadi terang dan garam di kalangan perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia. Marilah kita bertungkus-lumus mengisi motto universitas ini: Pro Deo Et Patria – Bagi Tuhan dan Ibu Pertiwi.” (Pidato Amudi Pasaribu saat pelantikan menjadi rektor Universitas HKBP Nommensen, 22 April 1985 )***

“Saya kira tidak berlebihan jika sejarah Amudi Pasaribu di Universitas HKBP Nommensen (UHN) ditulis dengan tinta emas. Harus dikatakan, bahwa telah terjadi perubahan yang besar di UHN sejak dia menjadi rektor UHN pada priode pertama, 1980-1985. Toh, dalam pidato pengukuhannya sebagai rektor UHN priode kedua, 1985-1990, Amudi berkata dengan rendah hati.

“Tidak ada orang yang dapat secara individual mengklaim bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerjanya sendiri,” ujarnya dalam pidato pengukuhannya pada 22 April 1985 di Gereja HKBP Jalan Sudirman Medan. Tepuk tangan pun membahana.

“Puncak-puncak” prestasinya terbayang ketika membaca helai demi helai buku biografi ini. Misalnya, adalah fakta bilamana jumlah mahasiswa di UHN pada tahun akademi 1979/80 hanyalah 3.161 orang. Namun, lima tahun kemudian, tahun akademi 1985/1986, mekar tiga kali lipat menjadi 10.070 orang. Lima tahun sebelumnya, UHN pun hanya menghasilkan 397 sarjana muda dan 59 sarjana lengkap. Namun sejak 1983, jumlah sarjana muda sudah lebih dari 1.000 dan rata-rata 116 orang sarjana lengkap per tahun telah diluluskan.” Bersihar Lubis, dalam pengantar buku.


•Judul: Amudi Pasaribu: Pro Deo et Patria •Penulis: Bersihar Lubis, Ramadhan Batubara, Adelina Savitri, Averos Lubis, Hendry Roris P Sianturi, & Sinar Muda Ritonga •Penerbit: “ber kata”Press & Pustaka Sempu •ISBN: 978-602-0857-34-3 •Edisi: pertama, Oktober 2016 •Kolasi: 17x24cm; iv+ 226 halaman.

>> opini, komentar, ulas buku, bacaan terkait:

Additional information

Penulis

Bersihar Lubis, Ramadhan Batubara, Adelina Savitri, Averos Lubis, Hendry Roris P Sianturi, & Sinar Muda Ritonga

Desain sampul

Wahidin

Penerbit

“ber kata”Press & Pustaka Sempu

ISBN

978-602-0857-34-3

Kolasi

17x24cm; iv+ 226 halaman.

Tahun Terbit

I, Oktober 2016

Jenis Sampul

Hardcover