Bayang Tak Berwajah: Dokumen Perlawanan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista 1994–1996

Description

“Negara, Demokrasi, Kebebasan dan Keadilan, bukan cuma kata-kata besar nan agung, namun juga realitas hidup bangsa Meksiko. Bagi kami, hidup tanpa mencapai tujuan tersebut adalah nista, dan mati dalam memperjuangkannya adalah kehormatan.” (Subcomandante Insurgente Marcos)

Bayangkan, jika dunia ini adalah sebuah kampung global yang terdiri dari 100 orang, 70 di antaranya buta huruf, dan hanya 1 yang menjalani pendidikan tinggi. Lebih dari 50 orang kekurangan gizi, lebih dari 80 hidup di gubuk-gubuk reyot. Jika dunia adalah sebuah kampung global berpenduduk 100 orang, 6 di antaranya adalah Amerika. Keenam orang ini mengambil, menguasai, dan menikmati lebih dari separuh pendapatan dan kekayaan orang seluruh kampung.

Lho! Kok keenam orang kaya ini bisa hidup ‘damai’ dengan para tetangganya? Jawaban pastinya: mereka ini selain mempersenjatai diri untuk menaklukkan, mereka juga menciptakan dan mengajarkan nyanyian dan tarian ‘senam pagi massal’, sehingga sebagian dari 94 orang itu rela menjadi pengikut setianya setiap pagi dengan sukarela. Meskipun banyak dari 94 orang ini tidak ikut senam, namun mereka dengan senang hati ikut menyanyikan lagu itu.

Di belantara hutan Lacandon, Meksiko, terdapat kancah pertarungan yang sengit. Di luar hutan yang mungkin berbau eksotik itu tampak persoalan kapitalisme berpacu dengan kegagahan perjuangan. Nun jauh di sana gerakan yang menamakan Zapatista mencoba untuk bergulat dan berdiri pada pihak yang lemah.

Subcomandante Marcos mencoba mengukir militansi bukan dengan senapan melainkan sebuah prosa yang energik, imajinatif dan inspiratif. Sebuah perjuangan yang percaya akan paradoks dan itu sebabnya Marcos katakan sebagaimana ditulis oleh Goenawan Mohammad – seorang prajurit adalah seseorang yang absurd yang harus menggunakan senjata untuk meyakinkan orang lain; dan dalam arti itu gerakan ini tak punya masa depan jika masa depannya adalah militer.

Zapatista adalah perjuangan memukau bukan karena metodenya melainkan kekayaan imajinasi para pemimpinnya. Buku ini mengungkap bahwa kapitalisme bukan sebuah ideologi yang beres dan lengkap.


•Judul: Bayang Tak Berwajah: Dokumen Perlawanan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista 1994–1996 •Penulis: Subcomandante Marcos •Penerjemah & editor: Ronny Agustinus •Pengantar: Noer Fauzi •Desain isi: Ronny Agustinus, mmx  •Desain sampul: Andy Seno Aji •Penerbit: INSISTPress •Edisi: I, Februari 2003 •Kolasi: 16 x 24cm; xxvii + 905 hlm.

>> opini, komentar, ulas buku, bacaan terkait:

  • Comandante Marcos dari Chiapas (Membaca Gerakan Zapatista) | Sumber/lansir dari: pembebasan.org – Desember 2014.