Dekolonisasi Metodologi

Rp 75.000,00

Description

“Buku ini merupakan counter-story terhadap ide-ide Barat tentang cara pandang dan pengetahuan. Meneropong lewat mata bangsa jajahan, dongeng-dongeng penuh pesan kehati-hatian dituturkan dari perspektif pribumi, dongeng yang ditujukan bukan saja untuk menyuarakan kaum yang terbungkam melainkan juga menjauhkan dari kesekaratan—entah itu rakyat, budaya maupun ekosistem. Buku ini terutama unggul dalam menempatkan perkembangan praktik-praktik penelitian tandingan (counter-practices of research) baik dalam kritik-kritik Barat atas pengetahuan Barat maupun gerakan-gerakan pribumi global.

Berbekal evaluasi kritis dan feminis terhadap positivisme, Tuhiwai Smith mendesakkan penelitian ulang dan mengusik aturan main penelitian ke arah praktik-praktik yang bermartabat, etis, simpatik dan bermanfaat versus berbagai praktik dan sikap rasis, asumsi etnosentris dan penelitian eksploititatif. Memanfaatkan Kaupapa Maori, sebuah pendekatan awal menuju protokol dan metodologi penelitian yang cocok secara kultural, buku ini terutama dimaksudkan untuk mengembangkan bangsa pribumi sebagai peneliti. Pendek kata, Tuhiwai Smith mulai mengartikulasikan praktik-praktik penelitian yang menyeruak dari kekhasan epistemologi dan metodologi yang berakar dalam perjuangan bertahan hidup (survival), suatu jenis penelitian yang sama sekali berbeda dari sebuah kata menjijikkan yang dilekatkan pada sisi sakit sejarah.” (Patti Lather: Professor Of Educational, Policy And Leadership, Ohio State University)

“Akhirnya, ini dia buku bagi para peneliti yang bekerja dalam konteks pribumi. Akhirnya, inilah buku khusus bagi para peneliti pribumi. Linda Smith melangkah jauh melampaui dekolonisasi metodologi penelitian. Pertimbangan historis, politik dan kultural kita satu sama lain berjalin berkelindan. Perbedaan di antara kita tetaplah perbedaan, tetapi ada tempat-tempat penting di mana isu dan metodologi kita bersinggungan. Kisah-kisah tentang pengalaman penelitian, contoh-contoh tentang berbagai proyek, penilaian kritis dan refleksi sarat pemikiran terjalin menjadi satu membentuk rancangan praktis dan bermakna yang terkait dengan isu-isu maupun penelitian pribumi.” Jo-Ann Archibald, STO: LO Nation And Director of the First Nation House of Learning at the University of British Columbia)

“Buku seperti ini sudah lama dinanti-nantikan. Buku yang paling berfaedah bagi para peneliti pribumi maupun non pribumi dalam berbagai institusi pendidikan maupun non kependidikan. Buku yang mampu memberdayakan para mahasiswa pribumi untuk melaksanakan penelitian dengan memanfaatkan metode-metode yang sensitif dan cocok secara kultural, bukan segala metode yang mereka pelajari dalam berbagai kursus metodologi penelitian di berbagai universitas yang memegang asumsi bahwa penelitian dan metode penelitian itu bebas budaya dan bahwa para peneliti menempati semacam tanah tinggi moral dari mana mereka dapat mengamati subyek mereka dan membuat penilaian tentang subyek yang diamati.” (Konai Thaman: Professor of Pacific Education and Culture, dan Uniesco Chair of Education, University of the South Pacific)

“Linda Tuhiwai Smith adalah teoritisi dekolonisasi Maori terkemuka di New Zealand. Buku ini sengaja memilih sebuah penafsiran dinamis mengenai relasi-relasi kekuasaan dominasi, perjuangan dan emansipasi. Ia memanfaatkan dua kerangka—whakapapa pengetahuan Maori dan epistemologi Eropa—untuk menginterpretasikan dan menangkap dunia realitas pada suatu waktu tertentu. Secara demikian pencarian kebenaran dalam hubungan antar manusia yang kompleks adalah upaya pencarian tiada akhir.” (Ranginui Walker: Professor pada Maori Studies Department dan Provice Concellor, University of Auckland)

“Jelas kita memerlukan buku ini. Penelitian akademis menyuburkan berbagai macam bentuk imperialisme ekonomi dan kultural dengan membentuk serta melegitimasi kebijakan-kebijakan yang memperkokoh relasi kekuasaan yang tidak adil selama ini. Kritik tandas Linda Tuhiwai Smith terhadap metodologi penelitian dominan dikemukakan dengan begitu fasih, kaya informasi dan tepat pada waktunya. Tawaran-tawaran distingtifnya bagi agenda penelitian pribumi sungguh tak ternilai harganya. Dekolonisasi, demikian ia mengingatkan kita, tidak bisa dibatasi hanya pada pendekonstruksian cerita dominan dan mengungkap teks-teks yang melandasi, karena tak satupun dari keduanya mampu membantu rakyat dalam memperbaiki kondisi mutakhir mereka atau menjauhkan mereka dari sakaratul maut. Artikulasi cermat berbagai ragam metodologi penelitian ini sedemikian vital, layak disambut dan sungguh menjanjikan.” (Laurie Annie Whitt: Profesor Filsafat, Michigan Technological University)

“Sebuah buku yang cemerlang, menggugah dan tepat pada waktunya tentang isu yang berniat mendefinisikan dan menciptakan realitas pribumi. Tahun-tahun belakangan ini, orang-orang pribumi—sering kali dipimpin para sarjana pribumi yang mendapat tempat dan diteguhkan secara kultural serta sedang menanjak bintangnya—semakin menggalakkan perjuangan membebaskan diri dari belenggu kolonialisme berikut warisan represifnya. Dengan menulis buku ini, sesungguhnya Linda Tuhiwai Smith sedang memberikan sumbangan dahsyat dan penuh semangat bagi perjuangan itu. Tak satupun peneliti yang bintangnya sedang terang boleh meninggalkan akademi tanpa membaca dulu buku ini dan tak seorang guru pun mengajar tanpa membawa buku ini.” (Bob Morgan: Direktur Jumbunna Centre For Aboriginal And Torres Strait Islanders, University of Technology, Sidney)


•Judul: Dekolonisasi Metodologi •Judul asli: Decolonizing Methodologies: Research and Indigenous Peoples (Zed Books, 1999) •Penulis: Linda Tuhiwai Smith •Penerjemah: Nur Cholis •Penyunting: Faiz Ahsoul •Penata letak: Siti Zoura Humaira •Perancang sampul: Edy S’raknil •Penerbit: INSISTPress  •ISBN: 979-3457-40-6 •Edisi: I, April 2005 •Kolasi: 15x21cm; lii +347 halaman.

>>  opini, komentar, ulas buku, bacaan terkait: