Gerakan Agraria dan Gerakan Lingkungan di Indonesia Awal Abad XXI

Rp 65.000,00

Description

Jurnal WACANA No.28/2012 | Gerakan Agraria dan Gerakan Lingkungan di Indonesia Awal Abad XXI

Para intelektual kritis, termasuk mereka yang berada di pemerintahan, universitas, dan organisasi gerakan sosial, membutuhkan alat analisis yang memadai untuk mengerti bagaimana percepatan dan perluasan situs-situs produksi komoditas global dan bagaimana konsesi perkebunan, kehutanan, dan pertambangan menjadi pembentuk utama dari tiga pokok masalah, yakni kerusakan lingkungan, distribusi penguasaan tanah dan sumberdaya alam yang timpang, dan konflik-konflik agraria yang merebak di mana-mana. Tiga masalah itu bersifat kronis dan berdampak luas serta telah dijadikan dasar dari perlunya kebijakan pembaruan agraria dan pengelolaan sumberdaya alam sebagaimana dirumuskan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Ketetapan ini, selain merupakan bukti unjuk partisipasi demokratis dari masyarakat sipil dalam pembentukan perundang-undangan, juga merupakan tonggak di mana gerakan agraria dan gerakan lingkungan bertemu dan saling bersinergi dalam memanfaatkan kesempatan politik yang terbuka setelah rezim otoritarian tumbang demi kampanye keadilan agraria dan keadilan lingkungan.

Jurnal WACANA edisi ini menempatkan gerakan agraria dan gerakan lingkungan dalam hubungannya sebagai bentuk khusus perlawanan terhadap gerakan pasar, sebagaimana dikonsepsikan oleh Karl Polanyi dalam The Great Transformation (1944/1957). Jurnal WACANA edisi ini hendak menggunakan Ketetapan MPR Nomor IX/MPR/2001 sebagai tempat berangkat. Jurnal WACANA edisi ini mengkhususkan diri pada interaksi antara gerakan agraria dan gerakan lingkungan, yang dalam pengalaman Indonesia memiliki rute berbeda dan pertama kali dalam arena nasional bertemu dalam advokasi kebijakan Ketetapan MPR Nomor IX/MPR/2001. Isi Jurnal WACANA edisi ini menampilkan dan mengkaji ulang secara khusus alat-alat konseptual baru yang dapat dipergunakan untuk memahami perkembangan gerakan agraria dan gerakan lingkungan di Indonesia awal abad XXI.

(NOER FAUZI RAHMAN, Pengantar: Interaksi Gerakan-gerakan Agraria dan Gerakan-gerakan Lingkungan di Indonesia Awal Abad XX1)

DAFTAR ISI:

  • Pengantar | Interaksi Gerakan-gerakan Agraria dan Gerakan-gerakan Lingkungan di Indonesia Awal Abad XXI | Noer Fauzi Rachman | h. 2-12
  • Kajian | Membuat Alasan dan Alas yang Sama demi Reformasi: Gerakan-gerakan Agraria dan Lingkungan  di Indonesia | Nancy Lee Peluso, Suraya Afiff, & Noer Fauzi Rachman | h. 13-56
  • Kajian | Maju-Mundur  Gerakan Lingkungan Hidup Indonesia: Berkiprah di Tengah Menguatnya Dominasi Modal dan Fragmentasi Gerakan | Khalisah Khalid | h. 57-88
  • Kajian | Sinergi dan Ketegangan Gerakan Agraria dengan Gerakan Lingkungan di Awal Abad XXI | Usep Setiawan | h. 89-120
  • Kasus | Going Politics, Going Conflict: Problematika Transformasi Masyarakat Sipil ke Masyarakat Politik | Paramita Iswari | h. 121-156
  • Kasus | Perjalanan Panjang Perlawanan Masyarakat Batak Menentang Industri Pulp and Paper di Tapanuli 1986–2012 | Dimpos Manalu | h. 157-206
  • Rehal | Adat sebagai Siasat Perjuangan [Tinjauan buku Kopi, Adat, dan Modal: Teritorialisasi dan Identitas Adat di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah karya Claudia Francesca D’Andrea] | Restu Achmaliadi & Noer Fauzi Rachman | h. 207-216

>> lihat versi bahasa Inggris | English version-click

>> edisi lainnya, lihat daftar jurnal WACANA