Gerakan Studi Hukum Kritis

Rp 65.000,00

Description

Jurnal WACANA No.06/2000 | Gerakan Studi Hukum Kritis

Sesungguhnya, semua orang paham, kehidupan hukum di Indonesia mengalami nasib tragis. Berbagai pelanggaran hukum, terutama yang diperbuat oleh kalangan penguasa dan pemodal, dengan mudah berkelit dari jaring pengadilan. Terhadap situasi ketidak-adilan itulah kemudian muncul cara-cara pengadilan rakyat yang acapkali diberi label anarki. Pengalaman berbangsa selama puluhan tahun nyatanya tidah mengubah gambaran suram penegakan hukum. Sebuah gagasan alternatif, gerakan studi hukum kritis, tampil mendekonstruksi pemahamna kuno kita mengenai teks hukum. Untuk memahami, mengetahui, sekaligus melukiskan jiwa hukum yang sebenarnya berpihak pada nilai-nilai keadilan sekaligus kemanusiaan, gerakan studi kritis menyajikan perspektif yang radikal. Melalui paparan teoritis disertai dengan sajian kasus, Jurnal WACANA hadir ke kalangan pembaca, untuk menyerukan dengan lantang, bongkar pemahaman hukum yang kolot dan ganti dengan gerakan hukum kritis dan revolusioner. Sajian ini patut dibaca oleh siapapun yang punya komitmen bagi tegaknya keadilan.

Daftar Isi:

  • Pengantar | Membebaskan Hukum | Ifdhal Kasim | h. 2-10
  • Kajian | Permasalahan Paradigma dalam Ilmu Hukum| Sutandyo Wignjosoebroto | h. 11-20
  • Kajian | Mempertimbangkan ‘Critical Legal Studies’ dalam Kajian Hukum di Indonesia| Ifdhal Kasim | h. 21-33
  • Kajian | Kritisi Hukum: Apa yang “Kritis’ dalam Studi Hukum Kritis?| Alan Hunt | h. 34-53
  • Kajian | Arus Balik Gerakan Studi Hukum Kritis & Anarkisme Penafsir(an)| John Warwick Montgomery  | h. 54-68
  • Kajian | Manifesto Hukum Kritis: Teori Hukum Kritis, Dogmatika, & Praktik Hukum| Anom Surya Putra | h. 69-84
  • Kasus | Legal Opinion (Critical Legal Analysis) terhadap UU Kehutanan No.41/1999 | Tim Kajian Tiga Lembaga | h. 85-101
  • Kasus | Budaya Menyangkal: Konsep & Praktik Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Kenyataan Hak-hak Masyarakat | Noer Fauzi | h. 102-114
  • Kasus | Pendekatan Mazhab Hukum Non-Posivistik dalam Bidang Hukum Sumberdaya Alam| Hedar Laudjeng & Rikardo Simarmata | h. 115-140
  • Kasus | Mahkota Penindasan: Catatan atas Kebijakan Ketenagakerjaan| Dadang Juliantara | h. 141-157
  • Rehal Buku | Mengenal Gerakan Studi Hukum Kritis [Tinjauan buku Gerakan Studi Hukum Kritis karya Roberto M. Unger] | G.A. Wardani | h. 158-163
  • Rehal Buku | Pledio: Sumber Hukum yang Terhukum [Tinjauan buku Sasi Aman Haru-ukui: Tradisi Pengelolaan Sumberdaya Alam Lestari di Pulau Haruku karya Eliza Kissya, Larwul Ngabal: Hukum Adat Kei Menghadapi Arus Perubahan karya J.P. Rahail, dan Bat Batang Fitroa Fitnangan: Tata Guna Tanah & Laut Tradisional Kei karya J.P. Rahail] | Beta Pettawaranie | h. 164-171

>> edisi lainnya, lihat daftar jurnal WACANA