Kekuasaan Otoriter: Dari Gerakan Penindasan Menuju Politik Hegemoni

Rp 70.000,00

Category: Tags: , Product ID: 1047

Description

Selama 32 tahun, Soeharto tidak henti-hentinya menggunakan wacana negara dan non-negara untuk meneguhkan status legitimasi kekuasaannya. Soeharto terus-menerus mengampanyekan kepada publik bahwa kepemimpinannya sah, konstitusional, dan menjadi suatu keniscayaan sejarah.

Buku ini memberi gambaran bagaimana Soeharto melakukan hal itu, khususnya dalam wacana resmi negara. Diangkat dari skripsi, buku ini menganalisis retorika Soeharto dalam pidato kenegaraan Presiden yang disampaikan di depan sidang paripurna DPR setiap 16 Agustus, dari 1990 hingga 1997.

Retorika itu menjelaskan mengapa kekuasaan Soeharto dapat bertahan sekian lama. Selain terus-menerus melakukan konsolidasi kekuasaan secara nyata, Soeharto melakukan konsolidasi kekuasaan pada ranah simbolis. Dengan bahasa yang menghibur dan menyesatkan, pidato-pidato Soeharto menggambarkan bahwa kekuasaan Orde Baru gemerlap dengan berbagai keberhasilan, kemajuan, harapan, dan optimisme. Dengan gambaran-gambaran itu, Soeharto berusaha mengelabui realitas empiris kekuasaannya.


•Judul: Kekuasaan Otoriter: Dari Gerakan Penindasan Menuju Politik Hegemoni (Studi atas Pidato-pidato Politik Soeharto) •Penulis: Eriyanto •Pengantar: Hermawan Sulistyo •Penyunting: Eko Prasetyo •Desain isi: Ugo •Desain sampul: Andy •Penerbit: INSISTPress dan Pustaka Pelajar •ISBN: 979-78-05-0 •Edisi: I, Juni 2000 •Kolasi: 15  x 21 cm; xviii + 270 halaman.

>> opini, komentar, ulas buku, bacaan terkait