Masyarakat Sipil Untuk Transformasi Sosial: Pergolakan Ideologi LSM Indonesia

Rp 42.000,00

Sejak pertama kali diterbitkan tahun 1996 hingga saat ini, buku ini belum kehilangan konteksnya, dan bahkan semakin menemukan konteksnya seiring dengan semakin menjamurnya LSM-LSM baru yang bermunculan di Indonesia pasca reformasi 1998. Buku ini mendesak sangat diperlukan bukan hanya oleh kalangan aktivis LSM, tetapi juga oleh kalangan akademisi, pemerintahan, dan masyarakat sipil yang mendambakan transformasi sosial di Indonesia.

Description

Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM atau dahulu lebih dikenal dengan Organisasi Nonpemerintah (Ornop) atau NGO adalah lembaganya masyarakat sipil di luar pemerintah. Di manakah kemudian posisi LSM jika dikaitkan dengan pembangunanisme yang sudah banyak dikritik bahkan dikatakan gagal dalam mencapai perubahan menuju masyarakat yang lebih adil, makmur, sejahtera? Agak ironis kemudian ketika banyak LSM menggunakan cara-cara yang sama dengan pemerintah (baca: pembangunanisme) di dalam program-program kerjanya. Akibatnya sulit untuk mengategorikan LSM sebagai gerakan rakyat dan bahkan sebaliknya, LSM hanya menjadi sebuah organisasi konsultan pembangunan belaka. Penggantian istilah dari Ornop menjadi LSM juga merupakan moderasi istilah yang dilakukan oleh pemerintah agar LSM tidak terkesan sebagai Organisasi Nonpemerintah yang cenderung “anti” pemerintah.

Buku ini menguak pergolakan ideologi dan dinamika pergerakan LSM di Indonesia sejak tahun 1970an hingga tahun 1990an. Bagai memakan buah simalakama, LSM di Indonesia senantiasa berada dalam posisi dilematis untuk bisa 100% membela kepentingan rakyat tertindas, ketika keberadaan dan kehidupan LSM masih sangat bergantung pada lembaga donor dari luar negeri yang tentunya memiliki suatu ideologi dan kepentingan tertentu.

Bagaimana kemudian LSM harus menempatkan dirinya sebagai organisasi masyarakat sipil untuk transformasi sosial di tengah-tengah tekanan dari lembaga donor, pemerintah, dan rakyat yang difasilitasinya. Menurut Mansour Fakih, penulis buku ini yang sudah malang melintang di dalam pergerakan LSM di Indonesia sejak akhir era 1970an, sudah saatnya bagi aktivis LSM di Indonesia untuk mulai melakukan reposisi ideologi mereka di dalam masyarakat sipil, yaitu dengan menyebut dan menempatkan dirinya sebagai “intelektual organik” yang merupakan jenis intelektual yang berakar di dalam kelas yang dieksploitasi dan didominasi.

Sejak pertama kali diterbitkan tahun 1996 hingga saat ini, buku ini belum kehilangan konteksnya, dan bahkan semakin menemukan konteksnya seiring dengan semakin menjamurnya LSM-LSM baru yang bermunculan di Indonesia pasca reformasi 1998. Buku ini mendesak sangat diperlukan bukan hanya oleh kalangan aktivis LSM, tetapi juga oleh kalangan akademisi, pemerintahan, dan masyarakat sipil yang mendambakan transformasi sosial di Indonesia. ****

Jejak edisi/cetakan:

  • Cetakan Pertama, Oktober 1996, Pustaka Pelajar. >>>klik
  • Cet. ke-2, November 1998, INSISTPress dan Pustaka Pelajar. >>>klik
  • Cet. ke-3, April 2000, INSISTPress dan Pustaka Pelajar.
  • Cet. ke-4, Oktober 2008, INSISTPress dan Pustaka Pelajar.
  • Cet. ke-5, Februari 2010, INSISTPress.

•Judul: Masyarakat Sipil Untuk Transformasi Sosial: Pergolakan Ideologi LSM Indonesia •Judul asli The Role of Non-Governmental Organizations in Social Transformation: A Participatory Inquiry in Indonesia (Disertasi Mansour Fakih di University of Massachusetts at Amherst, USA, Februari 1996) •Penulis: Mansour Fakih •Penerbit: INSISTPress •ISBN: 978-602-8384-33-x •Edisi: Cetakan ke-5, Februari 2010 •Kolasi: 15x21cm; xii+196 halaman.

>> opini, komentar, ulasan, dan tulisan terkait:

Additional information

Penulis

Mansour Fakih

Desain sampul

Eddy Susanto

Desain isi

Handoko

Penerbit

INSISTPress

ISBN

978-602-8384-33-x

Tahun Terbit

Cetakan ke-5, Februari 2010

Kolasi

15x21cm; xii+196 halaman.