Masyarakat Sipil 

Rp 65.000,00

Description

Jurnal WACANA No.01/1999 | Masyarakat Sipil 

Pada mulanya masyarakat sipil adalah diskursus pemikiran kritis radikal sebagai media untuk menjelaskan dan dipahami dalam konotasi sebagai gerakan rakyat untuk melakukan resistensi terhadap negara yang pada konteks zamannya, negara dianalisis justru sebagai alat kapitalisme. Antonio Gramsci, yang sering disebutkan dalam literatur ilmu sosial sebagai tokoh yang memunculkan diskursus masyarakat sipil, memfokuskan secara sungguh-sungguh dan mendasar analisisnya terhadap konsep negara dikaitkan dengan dalam bahasannya mengenai konsep hegemoni yang diperankan negara untuk menjinakkan rakyat dalam rangka melanggengkan kapitalisme. Pandangan Gramsci ini secara tidak langsung merupakan kritik terhadap analisis atas kapitalisme yang menekankan pada hubungan kapitalis dan buruh, seperti dalam Marxisme tradisional. Kekalahan kaum marginal, bagi Gramsci, justru bukan karena penindasan dan kekerasan fisik, melainkan karena hegemoni, yakni penjinakan budaya dan ideologi yang dilakukan oleh negara terhadap masyarakat sipil. Sejak itulah dan pada perkembangan selanjutnya, konsep masyarakat sipil senantiasa merupakan diskursus pemikiran kritis terhadap kapitalisme.

WACANA, Jurnal Ilmu Sosial Alternatif, dalam nomor perkenalan ini sengaja menurunkan tema sekitar masyarakat sipil. Jurnal WACANA sesungguhnya tidak berpotensi untuk menyamakan konsep dan perbedaan pandangan dan kepentingan sekitar pembahasan masyarakat sipil tersebut, akan tetapi WACANA lebih tertarik untuk memfasilitasi proses pergumulan pemikiran dan perdebatan sekitar masyarakat sipil, dan kesimpulan diserahkan sepenuhnya kepada pembaca.

(MANSOUR FAKIH, Pengantar: Masyarakat Sipil: Catatan Pembuka, h.2-6)

Daftar Isi:

  • Pengantar | Masyarakat Sipil: Catatan Pembuka | Mansour Fakih | h.2-6
  • Topik | Masyarakat Sipil Indonesia: Sejarah kelangsungan dan Transformasinya | Bob S. Hadiwinata | h.7-21
  • Topik | Dari Rakyat atau Untuk Rakyat? Peminggiran Suara Orang Kecil dalam Wacana Pembangunan | Irwan Abdullah | h.22-35
  • Topik | LSM, Masyarakat Sipil dan Transformasi Sosial | Dadang Juliantara | h.36-58
  • Topik | Mengkonstruksi Alam: Menegakkan Ekologi Politik Pasca-struktural | Arturo Escobar | h.59-85
  • Topik | Unjuk Rasa atau Protes Sadar? Strategi-strategi Perlawanan Buruh Perempuan Indonesia | Ines Smith dan Mies Grijn | h.86-105
  • Topik | Nasionalisme dan Civil Society: Demokrasi, Keanekaragaman, dan Penentuan Nasib Diri Sendiri | Craig Calhoun | h.106-129
  • Artikel Lepas | Sengketa Agraria dan Gerakan Protes Petani: ‘Catatan Ekspedisi’ | Noer Fauzi dan Erpan Faryadi | h.130-143
  • Artikel Lepas | Islam Asia Tenggara dan Proses Globalisasi | Johan Hendrik Meuleman | h.144-157
  • Kajian | Bung Karno dalam Wacana Pers Orde Baru | Agus Sudibyo | h.158-179
  • Tinjauan Buku | Potret Gerakan Pro-Demokrasi Indonesia [Tinjauan buku Oposisi Berserak: Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia karya Unders Uhlin] | M. Arief Hakim | h.180-188
  • Tinjauan Buku | Developmentalisme, ORNOP dan Transfomasi Sosial [Tinjauan buku Masyarakat Sipil untuk Transformasi Sosial: Pergolakan Ideologi di Dunia LSM Indonesia karya Mansour Fakih] | Djujur T. Susila | h.189-192

>> edisi lainnya, lihat daftar jurnal WACANA