Melawan Tirani Lokal

Rp 70.000,00

Category: Tags: , , , Product ID: 2087

Description

Perubahan sosial biasanya dipelopori oleh kalangan pemuda, dan dari kalangan pemuda yang paling menonjol adalah mahasiswa. Oleh karenanya suara mahasiswa sangat strategis dan patut dicermati. Buku kecil ini merupakan ungkapan dari salah satu figur gerakan mahasiswa kontemporer di daerah ini. (Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut)

Dampak otonomi setengah hati, ‘money politics’ yang kita rasakan sebagai dampak otonomi daerah dewasa ini, bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Seorang kandidat Bupati-Walikota umpamanya, harus menyiapkan 100 sampai 200 M untuk memenangkan Pilkada, apalagi kalau dua putaran. Apabila terpilih, maka setiap tahunnya dia harus menabung 30-50 M. Darimana dapat uang itu? Sangat mudah ditebak, illegal logging, menelantarkan lingkungan, konsesi tanah ulayat, hutan, penambangan, penyeludupan, sampai kepada ‘melelang’ jabatan di kabupaten-kota. Sehingga kita tidak lagi berharap akan tumbuh dari otonomi di tingkat pedesaan umpamanya, demokrasi yang sehat dan birokrasi yang bersih, atau transportasi atau komunikasi yang maju. Semua itu nampaknya sudah ditelan “money politics”. Apakah kita sedang menuju rezim Orde Baru jilid III? Simaklah tulisan-tulisan lepas dari lapangan tokoh muda Ansor Harahap ini. (Prof. Dr. Usman Pelly, Antropolog dan Guru Besar Universitas Negeri Medan)

Dalam buku ini ada semangat pergerakan yang tinggi untuk sebuah kebangkitan daerah. Suasana idealisme yang menyatu dengan kepribadian penulis. Buku ini bisa jadi referensi untuk melihat potret buran kedaerahan kita dan intrik-intrik lainnya dalam kehidupan berkebangsaan kita di tengah makin redupnya suara gerakan dan hiruk pikuk pragmatisme. Penulis buku ini harus terus bergema seiring dengan gagasan intelektualnya. (HM. Affan, Wakil Ketua DPRD Sumut dan Sekretaris PDI-P Sumut)

Buku ini menggambarkan bagaimana penulisnya mempunyai konsentrasi dan fokus pada satu hal, yaitu kritis terhadap pembangunan daerah yang semakin jauh dari rasa keadilan. Inilah nilai plus dari seorang penulis yang juga pelaku langsung, semisal Ansor Harahap. Penulis berani mempertaruhkan idealismenya dengan memimpin pemuda-pemuda daerah untuk melawan tiran. Baik tiran dari pihak penguasa maupun pengusaha yang sudah jauh dari cita-cita perwujudan kesejahteraan rakyat. (Ahmad Nasir Siregar, mantan Sekretaris Jenderal PB HMI)


•Judul: Melawan Tirani Lokal •Penulis: Ansor Harahap •Pengantar: Shohibul Anshor Siregar •Penyunting: Yulhasni, Rasyud Assaf Dongoran •Penerbit: Pustaka Sempu, IMU Yogyakarta •ISBN: 978-602-9552-98-0 •Edisi: I, Januari 2011 •Kolasi: 15 x 21cm; xliv + 211 halaman.

>>  opini, komentar, ulas buku, bacaan terkait: