Membangun Ruang Kemanusiaan Tanpa Batas: Sebuah Proses Pengorganisasian

Rp 40.000,00

Description

Membangun kesadaran kritis dalam komunitas yang lebih menekankan bagaimana melihat aspek sistem dan struktur sebagai sumber masalah, tidak bisa dilakukan dalam hitungan waktu sesuai kehendak pengorganisir. Demikian pula buruh perempuan dengan orientasi seksual pada sesama jenis (homoseksual). ‘Kuasa‘ heteronormativitas membuat keberadaan mereka membungkus diri secara berlapis-lapis baik oleh dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Maka, pengorganisasian di komunitas buruh perempuan homoseksual yang menjadi bagian dari perjuangan HAM, membutuhkan kesediaan hati menerima stigma negatif dan juga keluasan hati untuk melihat personal dengan jiwa yang limbung karena konflik batin yang terus menggerogoti psikologis kumunitas yang merasa lebih aman dengan sebutan komunitas ‘L‘ (lesbian).

Pembebasan yang menjadi dasar pendidikan kritis adalah sebuah  proses kesadaran kritis manusia (kaum tertindas) terhadap sistem dan struktur sosial yang menindas. Pembebasan bagi kaum tertindas artinya bukan hanya terbebas dari kesulitan aspek material saja, tetapi juga adanya ruang pembebasan dari aspek spiritual, ideologi maupun kultural.


•Judul: Membangun Ruang Kemanusiaan Tanpa Batas: Sebuah Proses Pengorganisasian •Penulis: Helmy Widiawati, dkk •Penyunting: Ina Irawati •Penerbit: Effort (The Struggle Human Right) dan Pustaka Sempu •ISBN: 978-602-8384-74-2 •Edisi: I, November 2013 •Kolasi: 15 x 23 cm; viii + 90 halaman.