Otonomi: Siasat Rezim Sentralistik

Rp 50.000,00

Description

Jurnal WACANA No.05/2000 | Otonomi: Siasat Rezim Sentralistik

Konflik yang muncul belakangan ini telah mencuatkan kembali keinginan untuk mendefinisikan ulang bentuk negara. Pilihan antara kesatuan dan federasi kini menjadi wacana dari berbagai kalangan. Keputusan untuk memilih kedua bentuk sistem kenegaraan ini akan membawa berbagai perubahan. Pada bentuk struktur teritorial sekaligus fungsi dan peran yang dibawakan oleh eksekutif maupun legislatif tentu akan membawa banyak efek. Keinginan untuk melukiskan berbagai perubahan sekaligus  dampak meluasnya pada kehidupan masyarakan akan menjadi tema utama WACANA edisi kali ini. Di bawah pilihan anatar federasi dan otonomi, nasib kita sebagai bangsa dipertaruhkan. Edisi ini menantang pembaca siapapun untuk mengkajinya. Lewat edisi ini kita jadi tahu, buah dari perubahan, pada kenyataannya tak selalu membawa kemakmuran bagi semua rakyat.

Daftar Isi:

  • Pengantar | Otonomi Daerah: Peluang & Tantangan Bagi Siapa? | Donatus K. Marut | h. 2-9
  • Kajian | Memikir Ulang Konsep Negara (Bangsa)| R. Yando Zakaria | h. 10-30
  • Kajian | Kebijaksanaan Otonomi Daerah dan Implikasinya terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan di Masa Mendatang | Afan Gaffar | h. 31-46
  • Kajian | Penguatan Institusional Lokal dalam Rangka Otonomisasi Daerah | Donatus K. Marut | h. 54-73
  • Kajian | Analisis Intitusional dan Desentralisasi: Mengembangkan Kerangka Analisis untuk Reformasi Administrasi Dunia Ketiga yang Efektif | James S. Waunsch  | h. 74-107
  • Kajian | Undang-Undang No.22/1999: Perspektif Yuridis | Muchsan | h. 108-114
  • Kasus | Penjarahan Daerah dan UU No.25/1999 | Revrisond Baswir | h. 115-123
  • Kasus | Adu Siasat “Negara” Versus Rakyat | Tim Lapera | h. 124-143
  • Kasus | Revitalisasi Nagari: Langkah Antisipatif Sumatera Barat Menuju Kemandirian Daerah | Zukri Saad St. Majo Basa | h. 144-160
  • Tinjauan Buku | Menggugat Jakarta [Tinjauan buku Indonesia di Ambang Perpecahan? karya Syamsudin Haris et al.] | Eko Prasetyo | h. 161-164

 


 

>> edisi lainnya, lihat daftar jurnal WACANA