Perempuan Pala: kumpulan cerpen

Rp 40.000,00

Penulis: Azhari
Pemeriksa aksara: Hasta Indriyana
Desain isi: Markaban Anwar
Desain sampul: Alfi Tatoo
Penerbit: AKYPress (member of INSIST)
ISBN: 978-98431-2-0
Edisi: I, Juli 2004
Kolasi: 13,5x21cm; xi + 109 halaman

Category: Tags: , , , , , , Product ID: 1099

Description

Di halaman persembahan Azhari menulis, “untuk perempuan Aceh, dari kampung manapun, yang sedang menunggu lelakinya pulang. Kelak dari ingatan dan mulut kalian akan melahirkan banyak cerita.” Begitu mengharukan. Namun terbaca upaya untuk menguatkan. Alasan mengapa Azhari menulis cerpen dan lalu membukukannya.

Berisi 13 cerpen, yakni: Kenduri (Koran Tempo, 2001); Menggambar Pembunuh Bapak (Grafiti Imaji, 2001); Hujan Pertama (Koran Tempo, 2002); Yang di balut Lumut (Koran Tempo, 2002); Perempuan Pala (Koran Tempo, 2003); Menunggu Ibu (Koran Tempo, 2003); Orang Bernomor Punggung (Jawa Pos, 2004) Ikan Dari Langit (Koran Tempo, 2004); Pengunjung (Koran Tempo, 2004); Di Dua Mata (Koran Tempo, 2004); Kupu-kupu Bermata Ibu (Media Indonesia, 2004); Hikayat Asam Pedas (Koran Tempo, 2004); dan Air Raya (Kompas, 2004)

…… Untuk menutupi jasad yang dibenamkan itu, aku dan kawan-kawan menanam apa saja. Yang paling mudah adalah gerembul pisang. Ya, sebelum kupenuhkan dengan batang pala. Kau tahu, Mala, aku pernah berpikir, tapi tak kubilang kepada siapapun kecuali kau: jika benar mereka menjual rahasia Nanggroe kepada Kaphei, maka di atas tanah tempat jasad mereka dibenamkan biarlah -apapun pohon yang tumbuh- buahnya merimbun sepadan kesalahan mereka. Tapi kau tahu sendiri buah apapun tak tumbuh di sana, bukan? Aku tak bilang mereka ternyata tak bersalah. Aku cuma berpikir begitu. Karena jelaslah menjual rahasia Nanggroe itu keliru. ……  (Kutipan cerpen “Perempuan Pala”)


Opini, komentar, ulas buku, bacaan terkait: