Politik Pangan: Perlu Perubahan Paradigma

Rp 65.000,00

Description

Jurnal WACANA No.23/2008 | Politik Pangan: Perlu Perubahan Paradigma

Berpuluh tahun kita telah dicekoki mitos kelangkaan pangan, sehingga akhirnya kita lupa pada hal-hal sederhana, tapi sangat mendasar, yang sesungguhnya menjadi fondasi dan pilar utama dari ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan kita atas pangan. Membangun ketahanan pangan suatu masyarakat, pada dasarnya, adalah membangun kemandirian yang berdaulat untuk menentukan sendiri dan mengendalikan sepenuhnya ketersediaan bahan pangan yang cukup dan sehat bagi masyarakat yang bersangkutan. Sikap dasar macam itulah yang mulai hilang dari kebanyakan kita. Kita makin terpesona dengan propaganda industri raksasa bahwa teknologi canggih rekayasa genetika adalah salah satu pemecahan bagi persoalan kelangkaan pangan di masa depan.

Lalu, kita cenderung menyerahkan semua urusan pelestarian, pengembangbiakan dan pemuliaan benih kepada para pengusaha rakus itu dan lupa bahwa pengetahuan dasar dan ketrampilan teknis pembenihan –yang sangat vital dalam produksi bahan pangan– adalah sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana dan dapat dipelajari dan dilakukan oleh siapa saja yang memang berminat dan tekun. Barangkali itulah semua yang bisa menjelaskan kenapa kita selama ini kian tidak tahu lagi membuat pangan sederhana, tapi sehat, dengan tangan kita sendiri.

Masalah pangan telah menjadi topik utama dalam agenda kebijakan ekonomi dan politik dunia sejak lebih dari satu dasawarsa lalu. Perdebatan ini telah mengubah pandangan lama yang menganggap masalah pangan semata-mata sebagai masalah teknis pertanian dan ilmu pertanian. Pandangan lama tentang kelangkaan pangan, bahwa bencana kelaparan adalah masalah kekurangan bahan pangan, adalah mitos semata. Jurnal WACANA kali ini mengedepankan pandangan baru bahwa pangan –serta semua akibat buruk yang diakibatkan oleh kekurangan pangan– adalah terutama masalah politik ekonomi.

(ROEM TOPATIMASANG, Pengantar: Melawan Mitos, h.3-12)

Daftar Isi:

  • Pengantar | Melawan Mitos | Roem Topatimasang | h.3-12
  • Kajian | Rawan Pangan: Bukan Perbuatan Tuhan | Hira Jhamtani | h.13-35
  • Kajian | Merombak Struktur Pasar Komoditas Pertanian Pangan | Khudori | h.37-66
  • Kajian: Menata Agraria, Meniti Kedaulatan Pangan | Usep Setiawan | h.67-84
  • Kasus | Rawan Pangan dan Kelaparan di NTT: Ulang-tutur, Eksperimen dan Peluang Solutif, | Erman J. Embu, SVD. | h.85-99
  • Kasus | Sistem Pangan Bukan Beras: Teladan dari Giyombong | Hira Jhamtani & Purnomosidi | h.101-110
  • Rehal | Demokrasi Lewat Perut [Tinjauan buku Food Sovereignty: Towards Democracy in Localized Food Systems karya Michael Windfuhr dan Jennie Jonsén] | Beta Pettawaranie | h.111-114
  • Rehal | Kelaparan Bukan Takdir: Kelaparan adalah Sistem Dunia Hari Ini [Tinjauan buku Pangan: Dari Penindasan sampai ke Ketahanan Pangan karya Susan George dan Nigel Paige] | Fitri Indra H. | h.115-121

>> edisi lainnya, lihat daftar jurnal WACANA