Kemampuan Mengubah Dunia

Kemampuan Mengubah Dunia*

Sebagaimana layaknya sebagian besar perempuan di Nigeria, Amina dipaksa menikah dengan seorang laki-laki yang bahkan tidak dikenalnya. Sebagai istri keempat dari seseorang yang sangat kaya dan berkuasa, pada awalnya Amina larut dalam rutinitas kehidupan yang nyaman, hingga rutinitas kehidupan tersebut mulai terasa sebagai kungkungan pesimisme.

Amina tidak menya dari kemampuannya untuk mengubah dunia. Hingga kemudian Amina mendapatkan kekuatan dalam dirinya dan mulai berjuang untuk mengubah dunia tidak dengan kemarahan-melainkan melalui pemahamannya yang murni dan sederhana. Dan memang itulah salah satu cara terbaik untuk mengubah dunia. Seperti yang dikatakan sendiri oleh Amina: “Kita harus terus berjuang. Kita tidak punya pilihan. Dalam hati kita, ada masa depan yang harus kita lahirkan. Dunia yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil!”.

Membaca fiksi memang seperti melakoni sebuah permainan yang membuat kita mampu memaknai berbagai peristiwa. Begitu pula yang Mohammed Umar ungkapkan kepada pembaca melalui Amina, yang mengajak kita memahami makna, melalui pandangan lembut Amina kepada dunia politik yang selintas terlihat sebagai dunia jungkir balik.

Salah seorang komentator, Fatema Mernisi, mengatakan membaca pembukaan novel ini serasa mendengarkan dimulainya lantunan musik lembut, yang tetap mengalun di sepanjang alur cerita.

*Redaksi SP | Sumber: Suara Pembaruan – 04 Februari 2007.

*Rehal buku: Amina: sebuah novel •Penulis: Mohammed Umar •Penerjemah: Yudith Listiandri •Penerbit: INSISTPress •Edisi: I, Desember 2006..