Rehabilitasi Pendidikan Guru

Rehabilitasi Pendidikan Guru*

Pengkotakan guru-guru ke dalam organisasi yang berbeda-beda baru dapat dihilangkan pada tahun 1946, ketika pimpinan organisasi baru bagu guru-guru Indonesia yaitu PGRI adalah satu-satunya organisasi guru di Indonesia (hal 32).

Membandingkan pendidikan guru zaman Hindia Belanda dan zaman Jepang, yaitu pendidikan guru jaman Jepang lebih sederhana dibandingkan sistem yang dikembangkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Cita-cita menjadi guru jauh lebih mudah dijangkau daripada dalam jaman Hindia Belanda.

Dalam pendidikan guru Hindia Belanda koneksitas dengan lingkungan nasional terbentuk secara evolutif, secara perlahan-lahan. Pada Kweekschool gaya lama institusi pendidikan guru pada dasarnya bersifat tertutup terhadap lingkungan nasional.

Sistem pendidikan guru selama jaman Jepang mengalami penyederhanaan yang cukup drastis, segera direhabilitasi dan dikembangkan. Secara fisik tidak banyak yang dapat dilakukan dalam periode yang pendek ini untuk merehabilitasi sistem pendidikan guru secara keseluruhan.

Masih ada lagi satu peristiwa pendidikan yang cukup penting dalam periode yang pendek ini yaitu diselenggarakannya Kongres Pendidikan Antar Indonesia pada bulan Oktober 1949.

Pada bulan Juni 1949 konflik militer antara Republik Indonesia dengan Pemerintah Hindia Belanda Pasca Perang Dunia II diakhiri melalui suatu kesepakatan untuk mengadakan gencatan senjata.

Presiden Soekarno dan Wapres Moh Hatta beserta pemimpin Indonesia lainnya dipulangkan ke Yogyakarta dari tempat pembuangan masing-masing di Den Haag. Dalam kongres tersebut dibahas dua belas makalah yang mencakup delapan topik tentang pendidikan dan kebudayaan.

*Sumber: Banjarmasin Post – 09 September 2007.

*Rehal buku: Evolusi Pendidikan di Indonesia: Dari Kweekschool sampai ke IKIP: 1852-1998/ Mochtar Buchori/ INSISTPress,  2007.