Salah Urus Kebijakan Pertanian

Salah Urus Kebijakan Pertanian*

INDONESIA merupakan negeri makmur yang kaya dengan sumber alamnya yang melimpah. Berbagai macam tumbuhan bisa hidup di negeri ini. Tidak mengherankan bila Indonesia dikenal dengan sebutan negeri yang gemah ripah loh jinawi, tanaman apapun yang ditanam di negeri ini pasti bisa tumbuh.

Kebijakan pertanian pemerintah sejak tahun 1960-an lebih diarahkan pada penyeragaman pangan dengan penggunaan bibit varietas unggul, pestisida, dan pupuk kimia, serta fasilitas irigasi untuk memacu produksi beras.

Sejak itulah kebijakan pertanian diarahkan pada intensifikasi produksi satu jenis pangan saja, yaitu padi. Kebijakan ini diterapkan dengan asumsi bahwa semua penduduk Indonesia mengkonsumsi nasi sehingga padi menjadi perhatian utama.

Padahal masih banyak alternatif bahan makanan lainnya seperti jagung dan palawija yang bisa dikembangkan dan dijadikan makanan pokok pengganti beras, sehingga bisa menghindari bahaya kelaparan.

Ketika beras dijadikan satu-satunya makanan pokok, maka penurunan produktivitas beras akan menimbulkan kekurangan serta kerawanan pangan. Akibatnya, banyak petani yang menanam padi saja di sawahnya yang berdampak pada menurunnya produktivitas panennya.

Karena perhatian, dana, dan upaya penelitian serta pengadaan sarana pertanian terserap untuk menyukseskan proses monokultur pertanian, pemerintah dan lembaga penelitian mengabaikan pengembangan dan perlindungan sistem pertanian dan pangan lokal.

Dan lagi-lagi kebijakan pertanian tak mampu mengangkat kondisi ekonomi petani, terutama petani padi. Hal ini berbeda dengan kondisi di Eropa dan negara maju lainnya dimana petani memperoleh berbagai dukungan dan subsidi.

Petani adalah produsen pangan namun termiskin di Indonesia. Hal ini terjadi karena kebijakan sektor pertanian telah gagal meningkatkan kesejahteraan kaum petani.

Wacana baru tentang reformasi dalam bidang pertanian memang telah lama didengungkan, namun hingga kini belum ada langkah konkrit untuk segera mereformasi kebijakan dan institusi pertanian di Indonesia.

*Anang Fatkhurozi | Sumber: Banjarmasin Post – Minggu, 27 Januari 2008.

*Rehal buku: PANGAN: Dari Penindasan Sampai Ketahanan Pangan/ Susan George, Nigel Paige/ Magdalena Sitorus (penerjemah)/ INSISTPress dan KSPPM, 2007.