Mengungkap Fakta Lewat Film dan Video

Mengungkap Fakta Lewat Film dan Video*

FILM sejatinya tidak semata hiburan atau sarana kreativitas yang mampu merubah cara berpikir masyarakat. Dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini, keberadaaan film sekaligus membawa perubahan secara nyata. Banyak fakta dari sebuah kasus dapat diungkap kala menelusurinya dalam bentuk film dan video.

Dengan trik footage, yakni serangkaian gambar (shot) suatu kejadian tertentu yang direkam menggunakan kamera video, baik secara sembunyi atau terang-terangan. Kemudian disebar ke internet, menjadikan kerja advokasi begitu mengasyikkan. Terutama jika video tersebut dilengkapi komponen advokasi lainnya seperti materi latar belakang permasalahan, linklink, dan sumber yang relevan serta seruan untuk bertindak.

Dalam buku ini diceritakan, seorang Gillian Caldwell, pengacara yang membela hak-hak sipil di Washington DC. Memutuskan mengundurkan diri dari profesinya tahun 1995, setelah mendengar pengakuan temannya yang menyelidiki perdagangan ilegal kulit bulu harimau di Siberia. Gillian tertantang ketika ditanya, Apa yang bias Anda lakukan untuk hal-hal seperti ini? Gillian kemudian mengaktifkan diri menggalang dana untuk kampanye soal penegakan hak azasi manusia

Dua tahun kemudian mereka mengeluarkan film “Bougt and Sold: An Investigative Documentary About the International Trade in Women.” Sebuah documenter berdasarkan investigasi tentang perdagangan illegal perempuan. Film ini mendapat apresiasi luar biasa dari media diantaranya, BBC, CNN, ABC, New York Times dan Washington Post. Sekaligus perubahan signifikan tentang kebijakan perdagangan perempuan Internasional.

Film dokumenter seperti ini, umumnya mengintegrasikan sebuah penyamaran (footage). Menggunaan kamera miniature dasi dalam pertemuan dengan para “narasumber” yang tak lain adalah mafia. Buku ini tidak sekadar memberi gambaran dalam pengungkapan dan penanganan sebuah kasus, tapi juga menyajikan petunjuk-petunjuk teknis yang mudah diterapkan bagi aktivis advokasi dalam menyiapkan diri, saat akan mengambil gambar video di lingkungan yang berbahaya. Ini terkait “keselamatan dan keamanan” tentu saja.

Contoh propaganda sukses yang dilakukan menggunakan video adalah oleh Ella Baker Center for Human Rights di California. Bersama-sama dengan WITNESS dan mitra lainnya, mereka berhasil memobilisasi penonton muda mendesak Pemerintah Daerah Almeda di California membangun “Penjara Super untuk Anak-Anak”.

Hasil trailler dari film Michael Moore “Fahrenheit 911”, sebuah dokumenter yang memecahkan rekor penayangan di internet, juga sukses mendorong orang-orang datang pada penayangan perdana film itu. Dan akhirnya terlibat dalam pendaftaran pemilih presiden tahun 2004 di AS.

Pentingnya kekuatan cerita yang digarap dalam sebuah video advokasi-pun menjadi perhatian serius dalam buku ini. Semua diurai dalam bab-bab di buku ini, sampai akhirnya Anda diajak bagaimana mendistribusikan secara luas kaset/keping video tersebut secara efektif.

*Pengulas: Nasrun Nur. Sumber Harian Fajar – Minggu, 2 November 2008.

*Rehal buku: Video for Change: Panduan Video Untuk Advokasi/ Sam Gregory, Gillian Caldwell/ Astrid Reza Wijaya & Veronika Kusuma (penerjemah)/ INSISTPress, 2018.