Bola Liar Makelar Politik

Bola Liar Makelar Politik*

SEPERTI bola liar dalam sepak bola, dia menggelinding ke sana ke mari tanpa ada yang menguasai. Dia terpantul dari kaki ke kaki, tanpa sempat dikuasai. Mengapa demikian? Itu terjadi karena biasanya, bola liar muncul pada saat kemelut di mulut gawang. Namun, tidak mustahil gol bisa terjadi akibat bola liar. Siapa yang mengegolkan? Tidak lagi jadi masalah. Akan tetapi, berbahagialah bagi pemain yang bisa menciptakan bola liar itu.

Oleh karena itu, Puthut E.A. pantas juga berbahagia. Dia mampu menciptakan lima puluh “bola liar” yang kemudian dikumpulkannya dalam sebuah buku. Bolabola liar itu memang berasal dari kemelut di masyarakat, yang kembali dilontarkan kepada masyarakat. Entah siapa yang akan membuat gol, Puthut tentunya tak perlu ambil pusing. Yang jelas, bola liar itu telah tercipta.

Lewat bola-bola liarnya, Puthut membahas berbagai kemelut dari masalah yang biasa kita temui seharihari hingga masalah seaneh “Lumpur Lapindo”. Puthut juga mengungkap hal-hal yang muncul dari pengalamannya maupun hasil kontemplasinya. Jadi, jangan heran, saat membaca buku ini, Anda juga akan merasa terpental-pental dari satu masalah ke masalah lain. Seperti bola liar yang terpental-pental dari satu kaki ke kaki yang lain. ***

*Tendy K. Somantri/Pusat Data Redaksi PR. Sumber: Harian Pikiran RakyatRabu, 27 Mei 2009.

*Rehal buku: Makelar Politik: Kumpulan Bola Liar/ Puthut EA/ INSISTPress, 2009.