Makelar Politik

Makelar Politik*

Siapakah makelar politik itu? Pertanyaan ini bukanlah sekadar sindiran, namun nyata ada. Apalagi pada momentum Pemilu seperti sekarang, terutama Pemilu legislatif yang baru saja kita lewati, banyak makelar politik bergentayangan di sekitar kita.

Menurut penulis buku ini, Puthut EA, makelar politik itu seperti ular. Jenisnya anega ragam. Ada yang berbisa dan mematikan, patukan politiknya mematikan. Ada pula yang tidak berbisa, karena sekadar mengais uang recehan.

Makelar politik ini pun mengenal gradasi sifat. Ada yang barbar, tanpa tedeng aling-aling mengakuidirinya makelar politik. Ada yang tenang. Ada yang tengil, sikap dan kelakuannya menyebalkan. Ada yang disegani, dan ada pula yang menjijikkan.

Puthut menyadari semua itu merupakan fenomena yang kita hadapi. Dia pun mengakui bila dirinya melanjutkan penulisan buku ini, maka akan ada risikonya. Namun dia tak peduli. Dia memutuskan untuk tetap melanjutkannya. Karena, baginya, tiap orang punya hak untuk menulis apa yang dipikirkan, dan harus siap menanggung risiko.

Seperti dituturkan, ketika dirinya bertemu seorang kawan yang hendak menceburkan diri sebagai makelar politik, dia dinasihati, ”Kamu harus belajar dari sejarah dan kenyataan. Sejarah bangsa ini sejarah para makelar. Dan kenyataannya, makelar itu ada di mana-mana. Kami ini kan hanya pemain-pemain anyar, baru kelas kecil-kecilan.”

Namun, dia yakin menulis tentang makelar politik itu penting. Inilah yang mendasari tekadnya, seperti ditegaskan pada bagian akhir buku yang terdiri atas 50 tulisan dan lima di antaranya khusus tentang makelar politik. Profesi makelar politik, menurut dia, kalau bukan untuk mengantarkan pelakunya guna meraih kekuasaan, justru yang penting untuk mengeruk keuntungan dana dari calon pejabat maupun calon anggota legislatif (Caleg). (sc)

*Sumber Lansir dari: Suara Cirebon – Selasa, 24 Juli 2012.

*Rehal buku: Makelar Politik: Kumpulan Bola Liar/ Puthut EA/ INSISTPress, 2009.