Buku Di Balik Kisah Gemerlap

Buku Di Balik Kisah Gemerlap*

Selalu ada logika di balik setiap tindakan, itulah setidaknya yang menjadi pijakan penulisan buku ini dalam memotret kerja-kerja beberapa Organisasi Non-Pemerintah (Ornop) bagi suatu perubahan sosial dan politik di Aceh pasca Tsunami. Artinya pilihan-pilihan atas suatu bentuk tindakan tertentu memiliki landasan pada kesadaran reflektif atas berbagai fenomena-fenomena dan jenis-jenis relasinya.

Aceh pasca Tsunami mengalami suatu gelombang baru perubahan sosial dan politik, baik yang disebabkan oleh bencana itu sendiri maupun bentuk-bentuk intervensi bantuan kemanusiaan para pihak yang dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Bencana itu setidaknya telah “memaksa” Aceh dan Jakarta untuk mengakhiri krisis politik yang telah mendera rakyat di wilayah itu dalam konflik bersenkata berkepanjangan, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan damai (MoU) antara RI dan GAM di Helsinski.

Di sisi lain, berbagai program bantuan kemanusiaan yang membanjiri Aceh telah memberi dampak pada bentuk-bentuk relasi sosial-kulturan baru pada masyarakat. Hilangnya mental kemandirian (kedaulatan), terkikisnya kesadaran senasib dan sepenanggungan yang digantikan dengan individualisme menjadi fenomena baru masyarakat Aceh yang asing dari nilai-nilai adat mereka.

Buku ini dilahirkan dari proses refleksi empat lembaga lembaga sipil non-Pemerintah di Aceh, terkait berbagi faktor yang mempengaruhi pilihan-pilihan tertentu tindakan terkait kerja-kerja perubahan sosial wilayah ujung Sumatera itu. Lembaga-lembaga itu adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Kontras Aceh, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Aceh, dan Perkumpulan Prodeelat.

Pengetahuan bernilai dari berbagai aktor yang berikhtiar melakukan pelbagai usaha untuk keluar dari kesulitan-kesulitan yang mereka dan warga Aceh hadapi tersuguhkan dalam buku ini.

Pengalaman spesifik Aceh, sebagai daerah dengan sejarah yang unik dalam dinamika ekonomi dan politik Indonesia konteporer, menghadirkan pelajaran tentang kekhususan-kekhususan masalah yang dirumuskan para aktor di sana, juga bagaimana mereka menempuh strategi penyelesaian masalah.

Meski bukan segalanya, buku ini memberi anda suatu cara pandang baru dalam memahami bagaimana dapur ide beroperasi dan upaya-upaya dibalik kerja-kerja kasat mata sama kerasnya dan memiliki arti penting bagi suatu arah perubahan.

*Sumber: adatkita.com – 02 Maret 2015.

*Rehal buku: Di Balik Kisah Gemerlap: Pergulatan Gerakan Sosial di Aceh sesudah Tsunami/ Abu Mufakhir & Hanny Wijaya/ INSISTPress & Development and Peace, 2014.