Review: Orde Media

Review: Orde Media*

Televisi kerap diplesetkan menjadi “Tell-Lie-Vision”. Plesetan yang memang tidak lucu sama sekali namun pantas untuk dipertimbangkan. Orde Media berisi esai-esai kritis logika pertelevisian dan media pasca Orde Baru. Beberapa orang yang tidak membedah sejarah mungkin bertanya-tanya “mengapa harus pasca Orde Baru?”, yang jelas bukan karena kebencian cuma-cuma atas kekecewaan pada rezim ini, kenyataannya kuasa negara terhadap media dijadikan alat mempertahankan kekuasaan, bercampur antara empunya kekuasaan politik dan modal.

Buku ini menerangkan ketika televisi sebagai ruang publik sudah tidak berjalan sesuai fungsinya; memberikan informasi yang dibutuhkan publik, justru memproduksi apa yang dibutuhkan pasar, memompa daya konsumsi, menguatkan perasaan butuh, memberikan standar bagaimana itu cantik, bagaimana itu keren, bagaimana itu sehat, bagaimana dan bagaimana yang nantinya akan dipuaskan oleh pasar, seperti virus digital yang diciptakan oleh pembuat anti-virus. Di sisi lain media bahkan merumuskan percakapkan ratusan juta masyarakat Indonesia, penggeser fokus paling ampuh: dari hal penting ke hal bombastis, ketika seharusnya media berfungsi sebagai pengawas kekuasaan bagi masyarakat, justru penguasa media yang mengarahkan ke mana kebijakan publik harus bermuara.

Dampak kepentingan ini pada masyarakat lebih dari utuhnya kekuasaan politik yang lalai tanggung jawab, tapi juga pendangkalan mental yang terus mendarah daging menjadi ketidaksadaran, tidak terkontrol dan menghancurkan karakter.

Kehebatan pikiran manusia adalah mampu menyebarkan logika ke luar dari sebuah konteks pembahasan, maka buku peralawanan atas kuasa media terhadap pembodohan ini juga mampu memberikan landasan dasar berpikir kritis dalam memandang hal-hal lain di luar media.

*Pereview: Ivana Kurniawati | Sumber: ivanakurniawati.blogspot.co.id – 19 November 2016.

*Rehal buku: Orde Media: Kajian Televisi dan Media di Indonesia Pasca-Orde Baru/ Yovantra Arief & Wisnu Prasetya Utomo/ INSISTPress & Remotivi, 2015.