Indonesia Mencari Demokrasi

Rp 65.000,00

Penulis: Mochtar Buchori
Penyunting: Bonar Saragih
Penerbit: INSISTPress
ISBN: 979-3457-51-1
Edisi: I, November 2005
Kolasi: 15x21cm; xiii + 353 halaman

Categories: , Tags: , , Product ID: 3075

Description

Semenjak para perintis kebangsaan dan kemerdekaan meniupkan nafas kebangkitan bangsa, kemudian mengobarkan semangat nasionalisme Indonesia, dan akhirnya memproklamasikan Indonesia sebagai suatu negara merdeka, pada dasarnya yang dilakukan oleh Bangsa Indonesia ialah mencari suatu bentuk kehidupan bersama yang bersifat demokratis. Kita sebagai bangsa sejak 1908 selalu mencari bentuk kehidupan bersama yang ditandai oleh kebebasan (liberte), persaudaraan (fraternite), dan persamaan (egalite). Dalam pandangan saya inilah inti dari demokrasi seperti yang kita lihat pada Revolusi Perancis. Sejak 1908 bangsa kita terus-menerus mencari demokrasi, dan pencarian ini kita ungkapkan dengan berbagai idiom kultural yang bermacam ragam. Inilah pemikiran yang mendasari pemilihan frasa Indonesia Mencari Demokrasi sebagai judul baru untuk buku ini.

Mengapa kita belum juga mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang telah lama menghinggapi diri kita dan saya ungkapkan sejak 1987?

Karena bagi kita, Bangsa Indonesia, mencari demokrasi merupakan suatu perjalanan dari suatu budaya lama menuju ke budaya baru. Mencari demokrasi bagi bangsa kita merupakan suatu perjalanan kultural yang sangat panjang, yaitu perjalanan yang dimulai dari budaya feodal-kolonial menuju ke suatu budaya baru yang dapat mempunyai wajah yang berbeda-beda bagi komponen-komponen yang saling berbeda dalam masyarakat kita yang bersifat pluralistik dan multi-kultural ini. Kita masih terus mencari titik-titik temu kultural antara berbagai golongan, lapisan, serta aliran dalam masyarakat kita. Mencari demokrasi di Indonesia ini terasa lebih susah lagi, karena Indonesia harus terus memperhitungkan gejolak-gejolak penting yang bersifat global yang terjadi di sekitar diri kita. Jadi mencari demokrasi di Indonesia ini rasanya seperti menembak sasaran yang terus-menerus bergerak tanpa pola gerak yang jelas.” Mochtar Buchori, dalam pengantar.


Opini, komentar, ulas buku, bacaan terkait: