Mengungkap Fakta Pangan tanpa Membosankan

Mengungkap Fakta Pangan tanpa Membosankan*

Menyantap hidangan komplit di atas meja dengan menu bervariasi hampir membuat siapa saja sebagai penikmatnya akan merasa puas. Puas karena bisa menyantap hidangan favorit dan puas karena perut kenyang.

Namun gagasan untuk memikirkan bagaimana hidangan bisa sedemikan rupa terhidang di meja bahkan tidak pernah terlintas dalam benak.

Sangat jarang dari masyarakat modern sekarang ini memberikan gambaran secara gamblang kepada generasi di bawahnya bagaimana para petani hidup dan berjuang setiap harinya untuk menghasilakan pangan (baca: makanan pokok).

Bahkan mempelajari bagaimana ketersediaan pangan seolah-seolah menjadi sesuatu yang sangat membosankan yang walhasil sangat malas untuk mempelajari atau bahkan menekuninya. Namun membaca buku tulisan Susan Geroge tentang pangan mampu membuat siapa saja tergugah.

Potret suram para pertani, realita yang setiap saat mereka hadapi termasuknya besarnya biaya pajak, biaya pupuk dan biaya-biaya lainnya membuat kita sadar petani sesungguhnya kaum penghasil pangan yang nasibnya malah selalu miskin.

Dengan cerdas, Susan menggambarkan kehidupan para petani dan permasalahannya dari waktu ke waktu dengan gambar, grafik dan cerita yang tidak membosankan. Meski realita yang ditampilkan suram, kita jadi tahu apa sebenarnya yang menimpa petani dari waktu ke waktu di seluruh belahan dunia.

*Umy Kulsum. Lansir dari:  Batam Pos – 15 Desember 2007.

*Rehal buku: PANGAN: Dari Penindasan Sampai Ketahanan Pangan/ Susan George, Nigel Paige/ Magdalena Sitorus (penerjemah)/ INSISTPress dan KSPPM, 2007.